DURASI24.COM||KARAWANG– Normalisasi Irigasi Sekunder Pakisjaya guna menindaklanjuti aspirasi masyarakat para petani ke Dinas Pertanian yang memang sangat membutuhkan air untuk mengairi sawah.
Dinas Pertanian melalui Dinas PUPR tak perlu waktu lama, langsung menurunkan excavator alat untuk menormalisasi irigasi sekunder yang memang sudah dangkal. Hal tersebut mendapat apresiasi dari para Kades Kecamatan Pakisjaya Kabupaten Karawang. Kamis. (15/06/2023).
Hasan Saepudin yang di jumpai di Kantor Desa Solokan, ia katakan adanya normalisasi Irigasi Sekunder dari Dinas PUPR memang sesuai apa yang di harapkan para Kades terutama para kelompok tani sekecamatan Pakisjaya yang sangat membutuhkan air, karena selama ini untuk mendapatkan air melalui irigasi sekunder cukup sulit diantaranya karena pendangkalan tersebut.
” Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu para Kades para Ketua P3A bersama Muspika dan PJT Kecamatan Pakisjaya, yang di hadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karawang mengadakan rapat di Kantor BPP terkait harapan masyarakat para petani yang membutuhkan air untuk pertanian. Kegiatan normalisasi irigasi sekunder baru sekitar 5 hari, “ucapnya.
Lanjut Hasan Saepudin bahwa dirinya memberikan apresiasi kepada pihak terkait yang sudah menormalisasi irigasi Pakisjaya, dikatakannya irigasi yang akan di normalisasi mulai dari Kali Kamal kurang lebih sepanjang 12 km, namun kegiatan normalisasi mendapat kendala karena banyak nya bangunan-bangunan di bantaran irigasi.
Ia memberikan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Dinas PUPR Kabupaten Karawang atas kinerjanya, normalisasi mulai dari Kali Kamal kalau panjang nya kurang lebih 12 km. Kata ia kendalanya karena banyaknya bangunan-bangunan di bantaran irigasi, kalau di wilayahnya tidak terlalu banyak tapi ada yang bertahan, menurutnya akan mengumpulkan para pemilik warung di Kantor Desa untuk melakukan mediasi.
” Ketika dia bertahan jangan salahkan Pemerintah Desa Pemerintah Kecamatan dan PJT, kan ini tidak boleh di keruk sedangkan bangunannya semi permanen jadi kalau ada normalisasi sulit sedangkan pendangkalan adanya di situh, akibat penyumbatan bukan saja dari sampah alami juga dari limbah masyarakat, “tutupnya. (M.Adin)












