Pelebaran Jalan Dan TPT Jayasakti Kec Muaragembong Di Protes Warga

DURASi24.COM||BEKASI _ Proyek pelebaran dan Tanggul Penahan Tanah (TPT) tepatnya jalan wilayah Desa Jayasakti sampai perbatasan Desa Pantai Harapanjaya seperti proyek siluman, pasalnya, selain tidak adanya papan informasi kegiatan nya pun tidak sesuai Spek sehingga dirpotes warga setempat. Minggu (04/06/2023).

Hal tersebut disesalkan Warga Desa Pantai Harapanjaya Kecamatan Muaragembong M Hasan (43) menyampaikan, tahap pengerjaan dan pelaksanaanya sangat tidak berkualitas. Dari segi Pemasangan batu tidak memakai pondasi, sehingga secara kuantitas dan ketahanan nya pun diyakini tidak akan kuat.

” Saya sangat sesalkan kepada pihak pelaksana, papan informasi aja sampai tidak ada. Yang lebih parahnya lagi pekerjaan nya sangat tidak bagus dan jorok. Kegiatan ini sudah hampir sepekan berjalan tapi belum juga ada informasi mengenai kegiatan tersebut,” kata Hasan

Menurut Hasan, lokasi pelebaran Ruas jalan ini hampir satu kilo panjang nya. Dengan Lebar 4.5cm. ketebalan 25cm di tambah TPT sisi jalan, ia menduga kegiatan tersebut bisa mencapai miliyaran rupiah.

” Saya menduga ini pemborong yang melaksanakan proyek dengan sengaja tidak memasang papan proyek, agar memperlancar melenceng dari Spek. Demi meraup keuntungan lebih besar dan memperkaya diri. tanpa memikirkan masyarakat disaat musim banjir. kerena jalan tersebut rawan banjir disetiap tahun nya. Kalau TPT dikerjakan asal-asalan akan roboh,”tambahnya

Ia mengingatkan sebelumnya kerjaan TPT. Dan ruas jalan tahun lalu dengan lanjutan TPT yang sekarang di kerjakan sudah pada retak. dan TPT nya pun banyak yang roboh terdorong air.

Oleh karena itu ia mengancam akan melaporkan pelaksana atau kontraktor ke penegak hukum. Menurutnya kegiatan tersebut harus di bongkar dan di kerjakan ulang Sebelum terlanjur selesai.

Senada dikatakan warga Desa Jayasakti yang namanya tidak mau di publikasikan. Ia membenarkan bahwa pekerjaan tersebut sangat tidak transparan. Ia khawatir Kalau kerjaan TPT ini asal asalan dan tidak sesuai yang di tetapkan oleh pemerintah tentunya kerugian buat masyarakat setempat.

” Saya belajar dari sebelumnya, soalnya kegiatan tahun lalu, belum setahun juga pada roboh TPT nya bang. Saya berharap kepada pengawas kegiatan agar turun dan melihat kegiatan ini karena saya liat kegiatan ini gak ada pengawasnya.”tutupnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *