DURASI24.COM||BEKASI – Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat khususnya para petani dan pengguna jembatan penghubung Kampung Pintu dan Kampung Selang. yang hingga saat ini belum ada perhatian dari Dinas terkait. Camat Pebayuran tinjau langsung ke lokasi jembatan penyebab bertumpuknya sampah disaluran irigasi wilayah Desa Bantarjaya.
Dalam Peninjauan tersebut Camat Pebayuran Hasim Adnan didampingi oleh Sekdes dan jajaran pemerintahan Desa Bantarjaya sekaligus mengadakan musyawarah guna membahas mengenai keluhan warga dan petani. selain itu, Camat Pebayuran tak lupa memberikan himbauan kepada jajaran pemerintahan desa tentang kesehatan lingkungan dan keamanan wilayah masyarakat Desa.
“Bukan dari besarnya debit air ya, namun ini karena kondisi jembatan nya yang sudah tidak layak. Dan harus segera dibongkar”, Jelas Hasim Kamis (26/10/2023).
Hasim Adnan menyampaikan, pembangunan jembatan yang memicu menumpuknya sampah dan eceng gondok tersebut harus dijadikan skala prioritas mengingat fungsinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama para petani.
“Pembangunan jembatan yang memicu menumpuknya sampah dan eceng gondok tersebut haru dijadikan skala prioritas mengingat fungsinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama para petani,”sambungnya
Terpisah ditemui disela waktu berbeda Sugianto (40) tokoh pemuda desa Bantarjaya sangat menyayangkan, karena sedari dulu saya sudah berusaha mengajukan pembangunan jembatan tersebut dimusrembang desa. Namun. Namun hingga saat ini jembatan tersebut seolah tidak ada ada perhatian dari pihak dinas terkait untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
“sangat disayangkan sekali, karena mengingat fungsinya jembatan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya para petani. Padahal sedari dulu saya sudah berusaha mengajukan pembangunan jembatan tersebut dimusrembang desa. Namun. Namun hingga saat ini jembatan tersebut seolah tidak ada ada perhatian dari pihak dinas terkait untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut”, Pungkasnya. (Aris)











