Sambut Tahun Baru, Gaur Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat, Gelar Ruat Bumi

BERITA UTAMA, BUDAYA, DAERAH1292 Dilihat

DURASI24.COM||BEKASI – Gaur Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat, bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi, gelar ruat bumi, santunan anak yatim, pentas seni penampilan wayang golek guna mena menyambut tahun baru 2024, Sabtu (06/01/2024).

Bertempat di lapangan komplek pemerintah daerah Kabupaten Bekasi acara pagelaran ruat bumi dan pentas seni tersebut digelar dan berlangsung dengan meriah karena dihadiri oleh tokoh tokoh penting seperti Pj. Bupati Kabupaten Bekasi Dani Ramdan, Sekretaris Daerah Dedy Supriyadi, serta Muspika Kecamatan Cikarang Pusat, dan tentunya sebagian besar masyarakat Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutan ketua Gaur Paguyuban Masyarakat Cikarang Pusat. Daeng Karaeng menyampaikan puji serta syukur karena acara berjalan dengan kondusif serta diwarnai dengan antusias masyarakat yang sangat luar biasa karena telah ikut serta menyaksikan acara pagelaran tersebut.

“Saya ucapkan puji serta syukur kepada tuhan, karena acara ini bisa berjalan dengan kondusif serta diwarnai dengan antusias masyarakat yang sangat luar biasa karena telah ikut serta menyaksikan acara pagelaran ini”, Ungkap Daeng dengan penuh syukur

Lanjut Daeng, Tak lupa ia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua yang telah hadir dari tokoh tokoh penting Kabupaten Bekasi, hingga masyarakat serta mengungkapkan sedikit harapan yang besar.

“Saya harap Gaur paguyuban ini bisa menjadi wadah untuk menampung segala aspirasi, dan bisa membangun kondusifitas masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya Cikarang pusat kearah yang lebih baik lagi”, Harap Daeng

Lain hal yang disampaikan oleh Pj Bupati Kabupaten Bekasi Dani Ramdan yang menyampaikan sedikit pesan dikarenakan raut muka tak sabar yang dipancarkan oleh para penonton yang sudah tidak tahan ingin segera menonton wayang golek, ia menitipkan pesan, disela musim penghujan ini harus menjaga banjir, longsor, angin puting beliung dan lainya.

“Dengan cara membersihkan saluran air, menebang batang pohon yang rapuh serta upaya upaya pencegahan lainya”, sarannya (Aris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *