Dinilai Curang, Pembangunan Jalan Teluk Ambulu -Sukatani, Diprotes Warga

DURASI24.COM // BEKASI_Pembangunan ruas jalan Teluk Ambulu – Sukatani, sumber dana APBD Tahun 2024 melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi tepatnya wilayah Cabangbungin-Sukakarya dengan nilai Anggaran Rp1.829.954.420,00 Pelaksana CV Family Jaya Mandiri Kontraktor, mendapat kritikan pedas dari Pemerhati infrastruktur dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat. (Rabu 26/05/2024)

Hal ini di utarakan Sekertaris BPD Sukaindah Endang firtana di lokasi kegiatan kepada wartawan. Kata Ia dugaan kuat Kontraktor CV family Jaya Mandiri banyak melakukan kecurangan, hal itu dapat di lihat dari mulai pekerjaan dasar (Pemadatan) tidak menggunakan Tandem Roller, dari ketebalan pengecoran dasarpun tidak hanya rata rata 3-7 cm, dan Besi pun diduga di oplos diameternya, bigisting di pendam, isi beton tidak pul bigisting alias di stiek seukuran korek api, pasangan besi jaraknya jauh, dan masi banyak lain-lainnya.

“Menurut Saya ini kegiatan buruk dan terkesan terburu-buru, sehingga hasilanya kurang maksimal, pengurangan volume atau penyimpangan Speck di lakukan Kontraktor hal, itu dapat di lihat dari pembesian nya atau Besi tibar yang besinya mungkin di oplos silang, belum lagi pemadatan tidak menggunankan alat berat, belum lagi pengurangan ketebalan sekitar 2 hingga 3 cm,”beber Endang

Di tempat Berbeda Madrawi atau yg akrab di sapa Sakerah Elang Utara yang juga ketua Persatuan wartawan di MOI Bekasi Raya, pihak yang terlibat dalam proyek ini wajib menjalankan serangkaian tahapan sesuai dengan komitmen kontrak, seperti pembersihan sisa bongkaran setelah pembongkaran beton yang lama.

Persiapan tanah dasar, penyebaran lapisan pondasi bawah dengan material Bescos yang kemudian dipadatkan dengan menggunakan walss, diikuti dengan pengecoran menggunakan Bnol berkualitas mutu K.100 dengan tinggi 10 centimeter, pemasangan plastik membran, dan konstruksi pembesian sebelum pengecoran rigig beton sesuai dengan spesifikasi.

“Ini persoalan banyak yang harus bertangung jawab, selain Dinas terkait yang lemah pengawasan mengenai sfeck nya, karna uang yang di gunakan untuk membangun juga uang rakyat,maka Dewan pun harus ikut bertanggung jawab hal ini,”Cetus Madrawi

Selain itu lanjut Sakera Elang Utara dia menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air, Binamarga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi oleh Komisi C DPRD Kabupaten Bekasi. Kata ia banyak kontraktor dari luar daerah yang terlihat seenaknya tidak mematuhi komitmen kontrak, hal ini perlu ditindaklanjuti oleh Komisi C DPRD.

” ya ini harus di tindak lajuti dengan serius,di tambah banyak nya kontraktor luar daerah Bekasi yang mungkin lebih menjadi sorotan masyarakat,” paparnya (Akli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *