KKN UNNES Giat 9 Gelar Pelatihan Pembuatan Lip Scrub Bahan Madu dan Gula

DURASI24.COM // KUDUS _ Kelompok Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 9 atau yang dikenal dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyelenggarakan pelatihan pada Hari Selasa 09/07/2024 dengan tema “Pelatihan Pembuatan Lip Scrub Madu dan Gula” di Balai Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pelatihan ini dihadiri oleh anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Kegiatan ini sebagai bagian dari usaha untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, di kalangan masyarakat dalam memberdayakan wanita sebagai agen Pancasila. Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu memajukan desa mereka sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam hal gotong royong dan kemandirian.

Dikatakan Koordinasi Mahasiswa Desa (Kormades) Giat Desa Glagah Kulon Teguh Ramadhan PP, selama sesi pelatihan, peserta diberikan materi mengenai teknik pembuatan lip scrub dari madu dan gula, dengan memanfaatkan potensi lokal yang melimpah. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada para wanita desa, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka.

“Pentingnya peran wanita sebagai agen perubahan di Desa Glagah Kulon, tanpa mengesampingkan nilai-nilai Pancasila,” Jelas Teguh. Minggu 11/08/2024

Teguh menjelaskan, mayoritas masyarakat di Desa Glagah Kulon memiliki usaha peternakan Lebah, sehingga melalui pelatihan Pembuatan lip scrub Bertema Pancasila diharapkan masyarakat dapat memperoleh dampak positif dalam pemberdayaan wanita.

“Ini dan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh serta menjadi inspirasi bagi komunitas mereka dan turut serta dalam memajukan perekonomian desa melalui produk-produk berbasis potensi lokal.” Tutupnya

Diketahui dalam kegiatan ini sebagai bagian dari usaha untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila, di kalangan masyarakat dalam memberdayakan wanita sebagai agen Pancasila. Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu memajukan desa mereka sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam hal gotong royong dan kemandirian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed