DURASI24.COM // BEKASI _ Kontraktor atau pemborong yang mengerjakan pengurugan lokasi proyek pengeboran milik Pertamina dianggap tidak profesional.
Truk pengangkut tanah urugan tetap beroperasi meskipun musim hujan, alhasil jalan menjadi licin akibat tanah merah yang tercecer.
Ceceran tanah merah yang terbawa dari roda truk mengakibatkan pengendara sepeda motor banyak yang terjatuh.
“Jalannya licin akibat banyak tanah merah. Semalam ada beberapa pengendara (motor-red) yang jatuh,” terang Nurfiandi, pengendara sepeda motor yang melintas.
Lokasi proyek Pertamina tersebut berada di jalan Karang Haur-Pulo Panjang, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, tepatnya di Kampung Pulopipisan. Akses masuk proyek bersebelahan dengan TGP 3.
Permasalahan tersebut bukti ketidakpatuhan rekanan dalam menerapkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Masyarakat berharap pihak Pertamina dapat bertindak tegas terhadap kontraktor yang lalai dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), menyusul adanya insiden kecelakaan lalulintas di area pekerjaan proyek.
Pertamina jangan sampai menggunakan kontraktor yang mengabaikan keselamatan baik pekerja maupun masyarakat dan pengguna jalan.
Sebab, Pertamina tentunya memiliki pedoman pengadaan barang dan jasa, termasuk penilaian kinerja vendor.
Pertamina harus tegas dan memberikan sanksi bagi Vendor yang terbukti tidak profesional atau tidak mematuhi K3, (*)












