Masyarakat Bekasi Minta Proyek Jalan Utara Jakarta-Bekasi-Karawang Dilanjutkan 

Durasi24.com|Bekasi – Masyarakat Kabupaten Bekasi kepada Pemerintah agar pembangunan lintas jalan utara meminta Jakarta-Bekasi-Karawang terhenti sejak lama agar dilanjutkan.

Ungkapan itu diutarakan Asep Saiful Anwar warga Cabangbungin kepada Durasi24.com. Mengenai Proyek pembangunan jalan lintas utara Jakarta-Bekasi-Karawang terhenti seharusnya di kaji ulang kembali, mengingat lahan yang belum tersisa 13,5 kilometer dari akumulasi 19 kilometer dengan lebar sekitar 34 meter

“Saya sangat prihatin kenapa bisa terhenti begitu saja bahkan sampai bertahun-tahun tidak ada kabar untuk menghadiri proyek pembangunan jalan Pantura tersebut. Padahal itu sangat penting dan tentunya bisa menghidupkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi,”jelas Asep pentolan Sekertaris KNPI Kabupaten Bekasi periode 2014-2017

Asep, menghasilkan pendapatan, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Bekasi tahun 2022 yang hampir mencapai Tujuh triliun rupiah, dan itupun sangat tergolong besar. Alangkah perencanaan pembangunan proyek jalan tersebut di anggarkan agar proyek tersebut berlanjut dan sesuai perencanaan sebelumnya

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi mengkaji ulang agar rencana hanya lahan untuk pembangunan jalan tersebut jangan sampai batas perencanaan dan harus segera diselesaikan, jangan sampai setiap tahun selalu di silpakan, kan mubazir bang,” kelakarnya. Minggu 09 Oktober 2022

Mengutip TEMPO.CO (Kamis, 19 Februari 2015 20:01 WIB) Proyek pembangunan jalan lintas utara Jakarta-Bekasi-Karawang terhenti. Penyebabnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak mengalokasikan anggaran untuk lahan

“Kebutuhan masih 13,5 kilometer lagi,” kata Kepala Bidang Perencanaan Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi, EY Taufik kepada Tempo, kamis, 19 Februari 2015.

Ia menyebutkan, total panjang jalan lintas utara 19 kilometer dengan anggaran Rp 1,4 triliun. Melintasi Cilincing di Jakarta Utara, Tarumajaya, Babelan, Sukawangi, Cabangbungin, Muara Gembong, dan Karawang. “Lebarnya sekitar 34 meter,” kata Taufik.

Sebenarnya, kata dia, proyek tersebut sudah dimulai sejak 2006, namun hingga 2013 baru 5,5 kilometer yang telah dibebaskan. Titiknya berada di Desa Setialaksana di Kecamatan Cabangbungin, Desa Sukatenang di Kecamatan Sukawangi, Pantai Hurip dan Buni Bakti di Kecamatan Babelan, Desa Samudra Jaya dan Segara Jaya di Kecamatan Tarumajaya. Karena tidak disarankan pada tahun ini, saran akan mengusulkan kembali pada 2016. “Akan diusulkan lagi,” ujar dia.

Jalan lintas utara itu akan menjadi salah satu jalan alternatif menuju Subang, Indramayu, Cirebon, hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, menunjang jalan tol lingkar luar atau Jakarta outer ring road (JORR) II pada ruas Cibitung-Cilincing, Jakarta Utara. (Tgh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *